Antara Panggung Kecantikan dan Lapangan Voli

Unknown | February 18, 2016 | 0 komentar


Feminin dan maskulin. Keduanya adalah kutub yang berlawanan. Feminin menggambarkan sisi kelembutan dan ketenangan yang biasanya dimiliki perempuan. Adapun maskulin adalah sifat jantan, identik dengan kegigihan, kerja keras, dan tubuh berotot.
Meski berlawanan, sifat itu bisa melekat pada diri seseorang. Salah satunya adalah pebola voli putri asal Amerika Serikat, Alaina Bergsma Coble. Alaina akan menjadi warna baru pada turnamen bola voli Proliga yang musim ini akan dimulai di Malang pada 19 Februari. Dia akan membela klub Petrokimia Gresik. Alaina, dengan kecantikan dan posturnya yang tinggi semampai, pernah menjadi model dan tampil dalam panggung ratu kecantikan di Amerika Serikat. Itu menunjukkan sisi femininnya. Di sisi lain, Alaina juga bisa tampil "garang" denganspike-spike tajamnya di lapangan bola voli. Kedua profesi itu sukses dijalaninya dalam waktu yang hampir bersamaan. Pada 2012, yang bisa dikatakan sebagai puncak kariernya, perempuan kelahiran Arizona, 30 Maret 1990, ini mendapatkan dua momen terindah. Setelah menjadi Miss Oregon USA, dia berhak tampil dalam ajang Miss USA dan terpilih sebagai Miss Photogenic. Pada tahun itu pula, Alaina terpilih menjadi anggota tim nasional bola voli Amerika Serikat. "Itu momen terindah dalam hidup saya. Orangtua dan teman-teman pun ikut merasakan kebahagiaan itu. Saya sungguh tak menduga keduanya terjadi hampir bersamaan. Memang itu tidak mudah, tetapi tidak ada yang tak mungkin," kata Alaina. Sejak momen itu, namanya mulai melambung. Tawaran untuk menjadi model iklan atau mengisi sampul majalah serta acara peragaan busana dijalani di sela-sela latihan voli. Semua itu dilakukan sampai titik di mana dia mengambil keputusan untuk memilih menjadi atlet voli profesional. Uniknya, perkenalannya dengan dunia model dan ratu kecantikan berawal dari ajakan teman dekatnya yang juga pemain voli, namun kini beralih profesi menjadi model. Seperti Alaina, temannya itu memenangi kontes ratu kecantikan dengan mewakili Texas. "Keputusan yang berat karena saya mengambil jalan yang berbeda. Akan tetapi, saya lebih memilih voli karena gairah saya lebih besar di sini. Saya suka berkompetisi. Saya suka berada dalam satu tim, bekerja sama untuk sebuah tujuan. Lagi pula, menjadi model itu berat. Saya tidak boleh makan makanan lain selain sereal, sayur, dan daging. Sekarang saya boleh makan lebih banyak karena kalori saya juga banyak terbakar," tutur Alaina yang ditemui saat latihan fisik di ruang kebugaran kompleks Stadion Tri Dharma Gresik, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Yang membuatnya bahagia, keputusan ini didukung penuh oleh keluarga dan rekan-rekannya. Dia pun bersyukur, dengan menjadi pemain voli profesional, dia bisa melanglangbuana ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Ini adalah pengalaman pertama Alaina bermain di Indonesia. Meski demikian, dia tidak terlalu kesulitan untuk beradaptasi karena pernah bermain di negara Asia Tenggara lainnya, yaitu di Filipina, bersama klub Petron Blaze Spikers dan Supreme Conburi. Sebelum gabung ke Petrokimia, Alaina juga pernah membela salah satu klub di Tiongkok. Karier di lapangan voli Anak bungsu dari tiga bersaudara ini mulai mengenal voli sejak umur 10 tahun. Ayahnya, David Bergsma, yang bekerja di perusahaan swasta di bidang jasa membawa Alaina ke klub bola voli East Valley Juniors. Dari sinilah bakatnya mulai terasah. Di tingkat SMA, dia membawa sekolahnya, Valley Christian High School, menjadi juara di tingkat nasional. Dia terus menekuni voli sampai di bangku kuliah di Universitas Oregon. Berbagai gelar dan penghargaan dia peroleh lewat voli. Alaina lebih terkenal dari dua kakak laki-lakinya yang menekuni American Football. Pada 2012, Alaina mendapat penghargaan pemain terbaik dari Asosiasi Pelatih Bola Voli Amerika (AVCA). Dia juga terpilih masuk dalam tim nasional Amerika Serikat. "Dari sini, hidup saya mulai berubah. Saya harus pindah ke California meninggalkan keluarga karena tim nasional Amerika menjalani pusat latihan di sana. Akhir 2014, saya memutuskan untuk meninggalkan tim nasional dan kembali ke Arizona. Namun, setelah kembali, saya justru rindu bermain voli. Jadilah saya pemain profesional yang bermain berpindah-pindah klub sampai jauh meninggalkan keluarga," ungkap Alaina. Meski demikian, Alaina tidak menyesali keputusannya. Menurut dia, dalam menjalani kehidupan, setiap orang memang dihadapkan pada pilihan-pilihan. Kemudian, pilihan itu harus diambil berdasarkan ketetapan hati dan tekad kuat. "Saya tidak pernah setengah-setengah menjalankan komitmen. Sekarang saya pemain voli profesional, masa depan saya selanjutnya bergantung dari seberapa hebat penampilan saya saat ini," kata pemain berposisi open spikeralias tukang spike ini. Soal voli di Indonesia, Alaina beberapa kali pernah menyaksikan pertandingan lewat Youtube dan rekaman yang dibawa agennya. Seperti turnamen voli di Asia pada umumnya, dia menilai, kompetisi di Indonesia cukup ketat. "Dengan postur saya yang lebih tinggi, saya pikir punya senjata untuk tim saya. Saya pun sudah tidak sabar untuk bermain," ujarnya. Penggemar voli di Indonesia akan menjadi saksi kecantikan dan kehebatan Alaina di Proliga. Ratu panggung kontes kecantikan asal AS ini bisa saja menjadi idola baru di arena Proliga musim ini.Antara Panggung Kecantikan dan Lapangan Voli
Dikutip dari Koran Kompas 18/2/2016

Category:

About GalleryBloggerTemplates.com:
GalleryBloggerTemplates.com is Free Blogger Templates Gallery. We provide Blogger templates for free. You can find about tutorials, blogger hacks, SEO optimization, tips and tricks here!

0 komentar